Kerusakan Alam

28 April 2010

Alam semesta dicipta untuk manusia, sebagai fasilitas dalam menjalankan fungsi kekhalifahan di bumi. Dimanfaatkan secara benar, dilestarikan, dijaga dan diberdayakan untuk kemaslahatan alam dan manusia itu sendiri. Bukan sebaliknya, alam diperas habis tanpa pelestarian, akibatnya kekuatan alam semakin lemah dan berpotensi menimbulkan bencana.

Al-Kholiq Allah Subhaanahu wa ta’aalaa, menegaskan dalam Al-Quran Ar-Ruum bahwa berbagai bencana atau kerusakan yang terjadi di alam semesta terutama di daratan dan lautan adalah hanya akibat dari kedholiman manusia. Kemudian oleh Alloh, kerusakan-kerusakan hasil karya manusia tersebut ditampakkan, dengan maksud agar manusia menjadi mengerti lalu sadar akan kelalaiannya dan selanjutnya kembali meniti jalan yang lurus, memperbaiki, melestarikan, menjaga berdasar anjuran dari Alloh Robbul ‘alamiin.

“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41)

Kata al-fasad dalam ayat 41 surat Ar-Ruum menurut al-Ashfahani berarti keluarnya sesuatu dari keseimbangan, baik sedikit maupun banyak. Karena al-fasad tersebut berada dipermukaan, maka menjadi nampak dan terang sehingga diketahui dengan jelas dan dapat menimbulkan kerusakan yang besar.
Bumi seisinya, laut seisinya serta antariksa oleh Alloh ditempatkan dalam putaran sistem yang antara satu dengan yang lainnya saling berhubung, dan dalam komposisi volume yang seimbang. Ketika salah satu mengalami pengurangan volume akan berpengaruh pada kerja sistem. Misal daratan dan laut mendominasi terjadinya fasad seperti disebutkan ayat 41 surat Ar-Ruum, hasilnya keseimbangan lingkungan di dua tempat ini menjadi sangat kacau. Banyak terjadi bencana alam dan kemaksiatan yang menimbulkan berjuta korban dari golongan manusia. Ini bukti bahwa keseimbangan bumi dan laut telah mengalami degradasi.

Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala isinya, daratan, lautan, angkasa raya, flora, fauna, adalah untuk kepentingan umat manusia (QS an-Nahl: 10-16). Manusia sebagai khalifah Allah, diamanati oleh Allah untuk melakukan usaha-usaha agar alam semesta dan segala isinya tetap lestari, sehingga umat manusia dapat mengambil manfaat, menggali dan mengelolanya untuk kesejahteraan umat manusia dan sekaligus sebagai bekal dalam beribadah dan beramal shaleh.

Ketamakan manusia terhadap alam, telah berakibat buruk pada alam dan akhirnya manusia sendirilah yang akan merasakannya. Alloh mengingatkan manusia untuk sadar dan kembali konsisten sebagai khalifah Allah di bumi. Kembali ber kewajiban untuk memelihara dan melestarikan alam demi kesejahteraan ummat manusia.
Walloohu a’lam bisshowab.

Oleh : Bilal Imam Syah Majaiz

Entrepreneur Mosque

6 Maret 2010

Lembaga Pengembangan Komunitas Masjid yang bergerak dalam aktivitas pembinaan, penyuluhan dan pelatihan dengan segmentasi sasaran program komunitas Masjid yang meliputi: jamaah, aktivis Masjid, pegiat dakwah, takmir Masjid.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.