KONSEP PEMBINAAN

PEMBINAAN SPIRITUAL PSIKOLOGIKAL DAN SOSIAL
JAMAAH MASJID

ESSENSI :
1. Dakwah adalah gerakan persuasive. Karena dakwah merupakan aktivitas kebajikan yang menghantarkan pribadi dan sosial meraih kesejahteraan dunia dan akhirat. Sebagai gerakan persuasiv dakwah harus dilakukan secara berkelanjutan dalam bangunan sistemik melalui langkah-langkah yang sistematis, terencana dan terpadu.
1. Dakwah kontekstual adalah proses pembinaan dan penyuluhan holistik yang menghubungkan materi dakwah dengan suasana kehidupan obyek dakwah (konteks pribadi dan konteks sosial ). Persoalan hidup yang dialami oleh masing-masing obyek dakwah merupakan acuan dasar dari tujuan dakwah. Target pembinaan terfokus pada penyelesaian masalah yang sedang dialami oleh mad’u.

TUJUAN OPERASIONAL :
1. Memperkuat aspek religiusitas melalui peningkatan pemahaman dan pengamalan syariah agama.
2. Memperkuat basis sosial melalui pendampingan dan advokasi persoalan hidup mad’u yang berkembang.

GOAL CAPAIAN :
1. Kemandirian individual jamaah dalam beribadah, berkepribadian dan bermuammalah.
2. Kemandirian jamaah dari permasalahan hidup secara pribadi maupun sosial.

SASARAN DAKWAH :
Mad’u atau obyek pembinaan adalah komunitas jamaah masjid yang berjumlah tertentu dan terdaftar berdasar rekomendasi dari takmir masjid.

BENTUK PEMBINAAN :
1. Dampingan pelaksanaan jamaah sholat fardu 5 waktu.
2. Taklim Diinul Islam intensif
3. Bimbingan Membaca Al-Qur’an Intensif
4. Pelatihan SDM Aktivis Masjid
5. Pelatihan Kewirausahaan

MATERI PEMBINAAN :
1. Spiritual : Aqidah, Fiqih Ibadah, Al-Qur’an.
2. Psikologikal : Akhlaq Karimah, Assertifitas, Psikologi kepribadian.
3. Sosial : Muammalah, Komunikasi effektif.

METODE PEMBINAAN :
1. Metode Fardiyah : Seruan dan bimbingan yang dilakukan oleh dai kepada mad’u secara individual dengan tujuan mengajak ke kondisi yang lebih baik dan benar.

2. Metode Ammah : Seruan dan bimbingan yang dilakukan dai kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh positif.

PRINSIP PEMBINAAN :
1. Berorientasi pada perubahan kapasitas dan karakter personal mad’u.
2. Dakwah bersifat edukatif dan konstruktif bukan konfrontatif dan bukan pula distruktif.
3. Terbuka dan berpihak pada kepentingan umum.
4. Bernuansa pencerahan dan memberi kemudahan dengan mengedepankan pendekatan psikologis dan psikososial.
5. Misi dakwah adalah mengajak hijrah kearah yang lebih baik dan benar menurut agama.
6. Dakwah diaplikasikan secara kontekstual dalam bangunan sistemik secara terencana, sistematis dan terpadu serta partisipatif melibatkan peran langsung potensi dai lokal.

(emosque:copyright-2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: